Beberapa orang memilki pemikiran yang salah bahwa Allah adalah anti seks. Tetapi kenyataannya Ia jelas-jelas pro seks! Allah menciptakannya. Seks yang indah adalah ide dari Allah. Ia tidak malu karenanya. Kidung Agung adalah keseluruhan kitab dalam Alkitab yang didedikasikan untuk merayakan seks yang murni dalam pernikahan.
Bagian dari tantangan yang orang-orang Kristen hadapi dalam dunia yang dipenuhi hawa nafsu ini adalah mengingat bahwa baik seks maupun seksualitas bukanlah musuh kita. Seks bukanlah masalahnya--hawa nafsulah masalahnya. Inilah musuhnya yang telah membajak seksualitas. Kita harus mengingat bahwa tujuan kita adalah untuk menyelamatkan seksualitas kita dari hawa nafsu, sehingga kita dapat mengalaminya sesuai dengan yang Allah maksudkan.
"Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus." (Efesus 5:3). Menyimak ayat ini, timbul pertanyaan besar, mengapa standar Allah begitu tinggi? Bagaimana Allah dapat menuntut tidak ada sedikitpun hawa nafsu selagi Ia mengetahui bahwa Ia menciptakan kita dengan dorongan-dorongan seks yang kuat?
Salah satu alasan mengapa Allah memanggil kita untuk membersihkan diri kita dari hawa nafsu sepenuhnya adalah karena Ia tahu bahwa hawa nafsu tidak akan pernah terpuaskan. Hawa nafsu akan selalu bertumbuh, dan akhirnya merampas kemampuan manusia dalam menikmati kenikmatan yang benar dan kudus.
Dan inilah ide radikal yng ditawarkan: Allah ingin kita merangkul seksualitas kita. Dan memerangi hawa nafsu adalah bagian dari bagaimana kita melakukan itu. Untuk merangkul seksualitas kita secara benar, kita harus membawanya di bawah kekuasaan dari Ia yang menciptakannya. Ketika kita melakukannya demikian, kita tidak berperang melawan seksualitas kita; kita justru memperjuangkannya. Kita menyelamatkan seksualitas dari kehancuran yang ditimbulkan oleh hawa nafsu.
Ketika kita merangkul seksualitas kita dan mengklaimnya untuk kekudusan, kita menjadi sejalan dengan maksud Allah menciptakan kita. Ia membuat kita untuk hidup kudus. Dalam kekudusan kita menemukan yang terbaik dan ekspresi yang sangat memuaskan akan seksualitas kita. Dan di dalam kekudusan, kita mengalami kebenaran akan apa yang Allah ciptakan.
Dengan memahami rencana Allah secara benar, akan menolong kita melihat di mana keinginan-keinginan hawa nafsu kita yang akan mensabotase tujuan utama yang ada. Buku ini akan sangat membantu, baik pria maupun wanita yang sedang bergelut dengan hawa nafsunya yang membara. Semoga.
Rabu, 30 Desember 2009
Minggu, 13 Desember 2009
MEMAKNAI KEHIDUPAN
Bagaimana kehidupan Anda hari-hari ini? Apakah sibuk mengejar mimpi-mimpi Anda? Mencari pekerjaan yang lebih baik atau lebih menantang? Mengupayakan promosi dalam jenjang karir?
Ada satu hal yang seringkali diabaikan saat kita tenggelam dalam kesibukan sehari-hari yaitu kita sering lupa untuk memaknai kehidupan. Memaknai disini artinya memberikan makna kepada apa yang kita lakukan sehari-hari untuk segala hal dari yang yang kecil sampai yang besar. Perkembangan tehnologi memungkinkan kita melihat benda-benda disekitar bukan hanya dengan dua dimensi tapi sudah tiga dimensi bahkan lebih. Dengan cara pandang yang sama, kita berusaha melihat lebih jauh dari apa yang tampak.
Jika kita gagal untuk menemukan makna yang sesungguhnya dari apa yang kita lakukan, maka kita juga cenderung gagal untuk memprioritaskan hal-hal yang dapat memberi makna yang berkualitas dalam kehidupan kita. Hari-hari kita kemudian diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sia-sia jika ditinjau dalam jangka panjang. Belum lagi jika kita meniliknya dari sudut pandang kekekalan.
Janganlah menjadi orang bodoh, itulah inti dalam renungan kita hari ini. Adalah sia-sia untuk mendapatkan segala yang kita inginkan, jika kemudian kita akan kehilangan atau jika pada akhirnya semuanya itu akan menjadi sia-sia.
Hari ini buatlah rencana untuk menyisikan waktu secara berkala untuk melakukan retreat pribadi, merenungkan arti dan makna dari kehidupan kita dan apa yang kita kerjakan. Setelah itu buatlah keputusan dan rencana yang baik agar hidup kita sungguh-sungguh berarti.
Ada satu hal yang seringkali diabaikan saat kita tenggelam dalam kesibukan sehari-hari yaitu kita sering lupa untuk memaknai kehidupan. Memaknai disini artinya memberikan makna kepada apa yang kita lakukan sehari-hari untuk segala hal dari yang yang kecil sampai yang besar. Perkembangan tehnologi memungkinkan kita melihat benda-benda disekitar bukan hanya dengan dua dimensi tapi sudah tiga dimensi bahkan lebih. Dengan cara pandang yang sama, kita berusaha melihat lebih jauh dari apa yang tampak.
Jika kita gagal untuk menemukan makna yang sesungguhnya dari apa yang kita lakukan, maka kita juga cenderung gagal untuk memprioritaskan hal-hal yang dapat memberi makna yang berkualitas dalam kehidupan kita. Hari-hari kita kemudian diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sia-sia jika ditinjau dalam jangka panjang. Belum lagi jika kita meniliknya dari sudut pandang kekekalan.
Janganlah menjadi orang bodoh, itulah inti dalam renungan kita hari ini. Adalah sia-sia untuk mendapatkan segala yang kita inginkan, jika kemudian kita akan kehilangan atau jika pada akhirnya semuanya itu akan menjadi sia-sia.
Hari ini buatlah rencana untuk menyisikan waktu secara berkala untuk melakukan retreat pribadi, merenungkan arti dan makna dari kehidupan kita dan apa yang kita kerjakan. Setelah itu buatlah keputusan dan rencana yang baik agar hidup kita sungguh-sungguh berarti.
Jumat, 11 Desember 2009
Bagaimana Sikap ANDA dalam Kesulitan?
Kita semua menghadapi tantangan, kesulitan, dan saat-saat ketika keadaan tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Allah tidak mengirimkan badai tersebut, tetapi Ia akan membiarkan kita untuk melaluinya untuk membentuk karakter kita dan membuktikan iman kita. Sungguh, pada masa kesulitan kita itulah kita bertumbuh dan dibangun.
Allah ingin menggunakan masa-masa sulit dalam hidup kita untuk melakukan suatu pekerjaan dalam diri kita. Dia ingin memperkuat dan membangun kita. Sikap kita dalam masa kesulitan adalah bukti dari kedewasaan kita. Apakah kita akan memperlakukan orang dengan benar bahkan ketika kita sedang diperlakukan tidak baik? Apakah kita akan tetap penuh kegembiraan bahkan ketika jauh dari lubuk hati kita sedang hancur? Apakah kita akan setia bahkan dalam musim kering kehidupan kita ketika kita tidak melihat sesuatu yang baik terjadi?
Mungkin diperlukan lebih banyak usaha. Anda mungkin harus bekerja lebih keras untuk menjaga sikap yang baik, tapi ingat, sikap adalah kunci untuk kenaikkan tingkat Anda. Ketika Anda menjaga sikap dan harapan iman yang positif, bahkan disaat-saat kesulitan, Allah akan mengantar dan membawa Anda ke takdir yang Dia telah siapkan untuk Anda..!!
Allah ingin menggunakan masa-masa sulit dalam hidup kita untuk melakukan suatu pekerjaan dalam diri kita. Dia ingin memperkuat dan membangun kita. Sikap kita dalam masa kesulitan adalah bukti dari kedewasaan kita. Apakah kita akan memperlakukan orang dengan benar bahkan ketika kita sedang diperlakukan tidak baik? Apakah kita akan tetap penuh kegembiraan bahkan ketika jauh dari lubuk hati kita sedang hancur? Apakah kita akan setia bahkan dalam musim kering kehidupan kita ketika kita tidak melihat sesuatu yang baik terjadi?
Mungkin diperlukan lebih banyak usaha. Anda mungkin harus bekerja lebih keras untuk menjaga sikap yang baik, tapi ingat, sikap adalah kunci untuk kenaikkan tingkat Anda. Ketika Anda menjaga sikap dan harapan iman yang positif, bahkan disaat-saat kesulitan, Allah akan mengantar dan membawa Anda ke takdir yang Dia telah siapkan untuk Anda..!!
Selasa, 01 Desember 2009
JANGAN BERHENTI MELAYANI KARENA MUSIBAH
Setelah Uza mati karena memegang Tabut Tuhan yang tergelincir, Daud merasa sangat ketakutan. Suatu perasaan wajar karena ia berpikir jangan-jangan ia sendiri juga akan mati seperti Uza. Maka ia memutuskan untuk berhenti melayani Tuhan. Ia cuti untuk sementara waktu. Tapi itu bahasa halusnya. Bahasa kasarnya dia ngambek dengan TUHAN. Ia tidak mau peduli lagi dengan apapun mengenai pemindahan Tabut TUHAN.
Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?" Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.
Betapa banyak orang Kristen seringkali merajuk dan ngambek dengan tidak lagi mau melayani karena persoalan atau musibah datang. Mereka mundur dan apatis. Tidak lagi mau memikirkan pelayanan Tuhan apalagi mengambil bagian dalam pelayanan. Mereka minta cuti dan kalau bisa cuti panjang. Katanya istirahat dulu, tapi dalam hati tidak akan lagi melayani. Untung saja Tuhan baik dan tidak membiarkan jantung mereka cuti juga berdenyut. Sungguh Tuhan maha pengasih dan sangat penyayang sehingga DIA membiarkan umatNya yang mengalami persoalan itu bisa duduk dan berbaring sambil merenungkan masalah yang dialami dan mengambil hikmah dari sana.
Tuhan membiarkan Daud selama tiga bulan lamanya dalam keadaan terombang ambing dan perasaan yang campur aduk. Sampai kemudian Daud melihat bahwa kemarahannya, kesedihannya dan semua perasaannya itu tidak berpengaruh terhadap berkat yang Tuhan berikan bagi mereka yang melayani DIA. Meski Daud cuti tapi Tuhan tidak pernah cuti untuk membalaskan semua perbuatan baik umatNYA. Dia memberkati keluarga Obed Edom yang menerima dan memelihara tabut Tuhan itu di dalam rumahnya.
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
Semua perasaan Daud yang tadinya campur aduk dengan kesedihan hati bahkan marah kepada Tuhan berubah. Ia berpikir bahwa ia tidak harus terus-terusan dalam kondisi itu. Ia mesti bangkit dan melakukan lagi apa yang tadinya ia lakukan. Jika ia mau berkat Tuhan datang kepadanya maka ia harus bangkit, melupakan apa yang dibelakang dan berlari-lari pada hadiah yang Tuhan sudah sediakan. Daud bisa menangani musibah dengan benar bagaimana dengan anda?
Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?" Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.
Betapa banyak orang Kristen seringkali merajuk dan ngambek dengan tidak lagi mau melayani karena persoalan atau musibah datang. Mereka mundur dan apatis. Tidak lagi mau memikirkan pelayanan Tuhan apalagi mengambil bagian dalam pelayanan. Mereka minta cuti dan kalau bisa cuti panjang. Katanya istirahat dulu, tapi dalam hati tidak akan lagi melayani. Untung saja Tuhan baik dan tidak membiarkan jantung mereka cuti juga berdenyut. Sungguh Tuhan maha pengasih dan sangat penyayang sehingga DIA membiarkan umatNya yang mengalami persoalan itu bisa duduk dan berbaring sambil merenungkan masalah yang dialami dan mengambil hikmah dari sana.
Tuhan membiarkan Daud selama tiga bulan lamanya dalam keadaan terombang ambing dan perasaan yang campur aduk. Sampai kemudian Daud melihat bahwa kemarahannya, kesedihannya dan semua perasaannya itu tidak berpengaruh terhadap berkat yang Tuhan berikan bagi mereka yang melayani DIA. Meski Daud cuti tapi Tuhan tidak pernah cuti untuk membalaskan semua perbuatan baik umatNYA. Dia memberkati keluarga Obed Edom yang menerima dan memelihara tabut Tuhan itu di dalam rumahnya.
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
Semua perasaan Daud yang tadinya campur aduk dengan kesedihan hati bahkan marah kepada Tuhan berubah. Ia berpikir bahwa ia tidak harus terus-terusan dalam kondisi itu. Ia mesti bangkit dan melakukan lagi apa yang tadinya ia lakukan. Jika ia mau berkat Tuhan datang kepadanya maka ia harus bangkit, melupakan apa yang dibelakang dan berlari-lari pada hadiah yang Tuhan sudah sediakan. Daud bisa menangani musibah dengan benar bagaimana dengan anda?
Senin, 30 November 2009
MILIKILAH INISIATIF
Menurut para ahli, menunggu waktu yang tepat atau tergantung pada bantuan orang lain adalah dua pembunuh favorit bagi kesempatan suksesseseorang. Ingin bukti? Coba jika anda memiliki mobil yang mewah dan anda ingin berpergian. Apakah mobil itu dapat mengantarkan Anda ke tempat yang anda tuju sementara Anda hanya berdiam diri dan menunggu bantuan orang lain yang tak kunjung datang? Tentu tidak. Anda dapat sampai ke tempat tujuan jika Anda mengambil inisiatif menyalakan mesin dan mengemudikan mobil Anda.
Tubuh kita terbentuk dari zat-zat yang merupakan karya teragung dari Pencipta kita. Kemampuan kerjanya melebihi segala macam mobil mewah paling otomatis sekalipun. Dengan segala yang kita miliki sebagai manusia, kita bisa menggunakan hidup ini untuk kebaikan atau kejahatan. Kita bisa menggunakannya untuk hidup biasa-biasa saja atau unutk mencapai sukses yang lebih tinggi. Dengan mekanisme sukses yang luar biasa ini, Tuhan telah membekali kita dengan kekuatan dan kemampuan yang luar biasa.
Sangat disayangkan bahwa masih banyak umat Tuhan tidak menggunakan berkat Tuhan itu dengan berjuang atau berusaha agar tetap hidup bahkan mencapai hasil yang lebih baik. Bahkan tragisnya, tidak sedikit yang hidupnya tidak mempunyai inisiatif positif. Banyak orang yang hanya menunggu uluran tangan orang lain, padahal ada kemampuan dan kesempatan. Mencari-cari bantuan untuk mempermudah perjalanan hidup dan berfoya-foya tentu tidak layak bagi manusia yag normal karena hidup itu diciptakan Tuhan untuk berusaha. Pada kenyataannya, banyak orang yang kesejahteraannya bisa meningkat karena mereka menggunakan kemampuan dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada mereka. Kesejateraan manusia sesungguhnya dapat diperbaiki jika ia memiliki inisiatif pribadi dan mulai menggunakan tangan serta otak sendiri untuk berusaha.
James A. Garfield, seorang mantan Presiden Amerika Serikat dengan bijak mengatakan, "Di dunia ini benda-benda tidak berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya." Perkataan Garfield diatas tentu sangat benar dan itu telah dibuktikannya dalam kehidupannya, ia tidak pernah menunggu kesempatan tetapi senantiasa berinisiatif menciptakan kesempatan untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya.
Keadaan zaman semakin susah namun hidup ini harus tetap diperjuangkan karena jika tidak, maka kita akan menderita. Berinisiatiflah selalu di dalam memperjuangkan hidup, pastilah Tuhan Yesus akan menolong.
Tuhan Yesus Memberkati kita. Amin.
Tubuh kita terbentuk dari zat-zat yang merupakan karya teragung dari Pencipta kita. Kemampuan kerjanya melebihi segala macam mobil mewah paling otomatis sekalipun. Dengan segala yang kita miliki sebagai manusia, kita bisa menggunakan hidup ini untuk kebaikan atau kejahatan. Kita bisa menggunakannya untuk hidup biasa-biasa saja atau unutk mencapai sukses yang lebih tinggi. Dengan mekanisme sukses yang luar biasa ini, Tuhan telah membekali kita dengan kekuatan dan kemampuan yang luar biasa.
Sangat disayangkan bahwa masih banyak umat Tuhan tidak menggunakan berkat Tuhan itu dengan berjuang atau berusaha agar tetap hidup bahkan mencapai hasil yang lebih baik. Bahkan tragisnya, tidak sedikit yang hidupnya tidak mempunyai inisiatif positif. Banyak orang yang hanya menunggu uluran tangan orang lain, padahal ada kemampuan dan kesempatan. Mencari-cari bantuan untuk mempermudah perjalanan hidup dan berfoya-foya tentu tidak layak bagi manusia yag normal karena hidup itu diciptakan Tuhan untuk berusaha. Pada kenyataannya, banyak orang yang kesejahteraannya bisa meningkat karena mereka menggunakan kemampuan dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada mereka. Kesejateraan manusia sesungguhnya dapat diperbaiki jika ia memiliki inisiatif pribadi dan mulai menggunakan tangan serta otak sendiri untuk berusaha.
James A. Garfield, seorang mantan Presiden Amerika Serikat dengan bijak mengatakan, "Di dunia ini benda-benda tidak berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya." Perkataan Garfield diatas tentu sangat benar dan itu telah dibuktikannya dalam kehidupannya, ia tidak pernah menunggu kesempatan tetapi senantiasa berinisiatif menciptakan kesempatan untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya.
Keadaan zaman semakin susah namun hidup ini harus tetap diperjuangkan karena jika tidak, maka kita akan menderita. Berinisiatiflah selalu di dalam memperjuangkan hidup, pastilah Tuhan Yesus akan menolong.
Tuhan Yesus Memberkati kita. Amin.
Jumat, 27 November 2009
LINGKUNGAN BERPENGARUH UNTUK ANDA.
Ada 3 kaleng Coca-cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng Coca-cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah 'SUPERMARKET LOKAL'. Kaleng Coca-cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng Coca-cola lainnya dan diberi harga Rp 4.000.
Pemberhentian kedua adalah 'PUSAT PERBELANJAAN BESAR'. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah 'HOTEL BINTANG 5' yang sangat mewah. Kaleng Coca-cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng Coca-cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp 60.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah: Mengapa ketiga kaleng Coca-cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan 'MENJADI CEMERLANG'. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan 'MENJADI KERDIL'.
(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA. (eRijk/tm)
Pemberhentian pertama adalah 'SUPERMARKET LOKAL'. Kaleng Coca-cola pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng Coca-cola lainnya dan diberi harga Rp 4.000.
Pemberhentian kedua adalah 'PUSAT PERBELANJAAN BESAR'. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah 'HOTEL BINTANG 5' yang sangat mewah. Kaleng Coca-cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng Coca-cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp 60.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah: Mengapa ketiga kaleng Coca-cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan 'MENJADI CEMERLANG'. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan 'MENJADI KERDIL'.
(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA. (eRijk/tm)
Senin, 23 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
