Senin, 16 November 2009

LAKUKAN SEPERTI YANG TUHAN KATAKAN

Kebanyakan kita bertindak dan melakukan seperti yang orang lain katakan dan bukan seperti apa yang Tuhan katakan. Kita lebih takut apa yang dikatakan orang daripada apa yang dikatakan Tuhan. Seolah-olah pernyataan dan omongan orang lebih hebat daripada anggapan Tuhan. Padahal kita menyebut Dia Bapa dan Pencipta dan kita ini ciptaanNya. Maka sebetulnya sudah seharusnya kita lebih taat kepadaNya daripada kepada orang lain.

Seorang wanita yang telah menikah empat tahun menangis tersedu-sedu karena menurutnya ia menikahi pria yang menjadi pilihan orang tuanya. Setelah memiliki dua orang anak ternyata ketahuan si pria suka sekali memukuli istri, malas bekerja dan hanya hidup dari keringat istrinya. Si wanita menyesali mengapa dulu menikah hanya karena ingin menyenangkan hati orang tuanya. “Kalau tahu harus menderita begini mendingan saya tidak menikah deh,” katanya tersedu.

Seorang pria tidak bisa menyembunyikan kekosongan hatinya setelah membiarkan gadisnya pergi karena menurut gadis itu semua orang berkata mereka sangat tidak cocok. Padahal dia tahu cintanya hanya untuk gadis itu. Dan lagi dia sadar Tuhan telah menjodohkannya dengan gadis itu, hanya mungkin waktunya yang tidak tepat. Gadis itu memilih memutuskan pacarnya hanya karena keluarganya mengatakan si pacar tidak cocok, teman-temannya berkata si pacar tidak sesuai dan semua orang berkata hal-hal yang tidak baik lalu akhirnya ia menikah dengan seorang yang tidak dicintainya dan keputusan itu disesalinya seumur hidup.

Masih banyak kejadian-kejadian serupa dengan hal ini dalam dunia percintaan. Dalam dunia karir lebih banyak lagi. Seorang pria merasa tidak senang mengerjakan pembukuan namun karena ia telah dipaksa sekolah di akuntansi mau tidak mau dia harus jalani, meskipun hatinya memberontak. Namun saat itu semua orang berkata jurusanmu adalah akuntasi kamu cocok di sana, dia pun melangkah meski menyimpan kerinduan yang lain.

Seorang pemain sinetron sebelumnya dipaksa menjadi dokter oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya akhirnya setelah dijalani sekian tahun dia tahu bidangnya bukan di sana, dia menemukan sukacita setelah menjadi pemain sinetron. (WWW.TERANGDUNIA.COM)

Tidak ada komentar: