1. Rubah habitat pergaulan Anda. Karena pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Selama kita tidak keluar dari lingkungan tersebut (pergaulan yang buruk) kita tidak akan pernah dapat hidup benar. Cari teman-teman yang dapat membangun kerohanian anda dan bergaullah dengan mereka. Untuk hidup berkemenangan ada harga yang harus dibayar, harganya terkadang ialah harus berani melepaskan/meninggalkan teman-teman yang merusak iman kita.
2. Temukan pembina Rohani. Pembina Rohani adalah tempat untuk kita curhat, konsultasi dan berbagi/sharing. Setiap kita butuh pembina rohani yang akan mendoakan, menguatkan dan membimbing kerohanian kita agar dapat bertumbuh.
3. Berjaga-jagalah dan berdoalah, dari tipu muslihat Iblis dan dari tubuh dosa/manusia daging kita. Saudara harus sadar bahwa selama kita hidup di dunia ini iblis akan terus berusaha menyesatkan kita, dan selama kita hidup di dunia ini kita masih mengenakan tubuh dosa yang kapanpun dimanapun bisa saja kita turuti keinginannya untuk berbuat dosa lagi.. Yesus mati dikayu salib tidak menyelamatkan tubuh dosa tetapi melenyapkan kuasanya sehingga dosa tidak berkuasa atas kita dan kita pun dapat hidup dalam kebenaran. Karena itu beri waktu dan tekunlah berdoa setiap pagi, saat anda akan memulai kehidupan hari ini, berdoalah! Lakukan dengan hati yang tulus, terbuka dan berserah kepada Tuhan sebab Tuhan senang mendengar doa anda.
4. Cari mitra doa. Cari beberapa teman yang dapat dipercaya, dapat berbagi agar saudara dapat belajar untuk saling mendoakan.
5. Baca Firman Allah/Alkitab. Rajinlah membaca Alkitab. Lakukan ini setiap hari sepanjang umur saudara. Sebab Alkitab adalah Firman Allah dan makanan rohani (iman) kita sehari-hari. Bacalah seluruh kitab suci sampai habis. Janganlah jemu-jemu untuk membacanya berulang kali! Berdoalah sebelum membacanya. Renungkan, hafalkan dan lakukan dengan iman.
6. Pengakuan Iman. Percaya kepada firman, taruh dalam hatimu dan mulai perkatakan sebagai pengakuan imanmu. Pengakuan Iman haruslah berdasarkan Firman Allah.
7. Belajar Melayani. Jika ada kesempatan untuk melayani orang lain lakukanlah. Melayani bukan hanya di gereja sebagai song leader, singer, pemusik, penerima tamu dan sebagainya. Tetapi ketika ada kesempatan untuk bersaksi itupun melayani, ketika teman sakit anda mengunjunginya/besuk itupun melayani. Memberi perhatian kepada keluarga itupun melayani. Jadi "melayani" adalah memberi waktu/tenaga/perhatian/doa/materi/dsb, untuk orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar